Minggu, 03 Juli 2016

Seperti sepi


Aku ingin kau mengenalku
Tiap malam aku lafalkan namamu
Dengan ejaan yang sama: se-pi

Tapi kau tak mengenalku
Aku hanya melihatmu dari mata seorang maya
Waktu kian terasa asing bagiku
Kini ingatanku mulai pendek: tak bisa lagi kulafalkan namamu di sudut sepiku

Sabtu, 02 Juli 2016

Suatu Pagi



Suatu pagi dihari minggu
aku menyesapi kembali rindu yang dahulu pernah kau curi
bukan tentang waktu yang kusesali
bukan juga hari ini.



Perempuan Perjumpaan

Sudah lewat setengah jam yang lalu, perempuan itu masih saja menunggu sesorang yang ingin sekali ia temui. Ia bahkan tak peduli lagi dengan langit yang gelap dan rasa lapar yang dirasakannya. Duduk termangu seorang diri di atas kursi tunggu yang sudah ia rasa kedinginannya. Tak ada lagi jadwal keberangkatan penumpang. Para pegawai telah pulang meninggalkan lapang. Hanya perempuan itu dan sesekali terlihat para pedagang. Ia bangkit dari duduknya, merasa gelisah dan berdingin darah. "Aku tak melewatkan apapun, bukan?". Ia selalu saja mengatakan hal seperti itu dan bertingkah mondar-mandir sambil melihat jam dinding di tempatnya sekarang. Sudah pukul 01.15 pagi rupanya. Perempuan itu terkaget mendapati tubuhnya yang masih tertidur di kursi tunggu milik stasiun.

Jumat, 15 April 2016

Tuan Brokoli dan Nyonya Wortel

Tuan itu menjumput tanah dengan tangannya yang gemetar. Dilihatnyalah sebuah nama dengan nada dering yang tak asing baginya. Sudah hampir 4 tahun ini, tuan brokoli tak pernah mengiyakan ataupun membalikkannya lagi apa yang ia terima selama ini. Saat itu, tuan masih berupa bibit. Parasnya yang biasa, tidak kekar apalagi besar, membuat dirinya menjadi terkenal saat ini. Suaranya yang penuh kehati-hatian, serta kumisnya yang melintang dan wajahnya yang terkesan pintar, membuat para urban terpana dengannya.

Lain halnya dengan nyonya wortel....?
Tunggu cerita selanjutnya....

Kamis, 25 Februari 2016

Untuk mereka
yang bibirnya kelu untuk
berucap
‘sudah sampai mana?’
aku hanya meliriknya,
kemudian mengecup kekeluan
mereka
‘sudah sampai di sini,’ kataku.

Serang, 11-01-2016

Sabtu, 14 November 2015

Gulali Manis Yang Hadir Malam Minggu

Gulali manis yang acap kali hadir malam minggu
Mau ditemani kopi atau teh, boleh saja

Malam ini tak turun hujan, sayang
Jadi, kau tak usah khawatir
Gulalimu akan terus bersama kopi atau teh milikmu
Dan aku, mungkin akan cemburu

Gulali manis malam minggu
Esok pagi, kau akan basah lalu merebah

Sabtu, 17 Oktober 2015

Menganalisa

Salahkah jika malamku tiba di atap rumahmu,
Kan kuketuk dahulu,
Sembari kutaruh cawan di teras hatimu,
Harapku hanya satu, kau pecahkan atau minum rasa yang ada di dalamnya.
Itu saja.
Akhirnya, biarlah tanda yang menentukan.
Beres.