Tuan itu menjumput tanah dengan tangannya yang gemetar. Dilihatnyalah sebuah nama dengan nada dering yang tak asing baginya. Sudah hampir 4 tahun ini, tuan brokoli tak pernah mengiyakan ataupun membalikkannya lagi apa yang ia terima selama ini. Saat itu, tuan masih berupa bibit. Parasnya yang biasa, tidak kekar apalagi besar, membuat dirinya menjadi terkenal saat ini. Suaranya yang penuh kehati-hatian, serta kumisnya yang melintang dan wajahnya yang terkesan pintar, membuat para urban terpana dengannya.
Lain halnya dengan nyonya wortel....?
Tunggu cerita selanjutnya....